Sebelum mengetahui apa saja dalam Editing Video dan Film alangkah baiknya kita mengetahui Tujuan dari editing itu sendiri.
Dalam dunia
Sinema atau Film tujuan atau maksud dari dilakukanya proses editing ini bukan
hanya untuk kontinyuitas atau kesinambungan cerita saja, jauh dari itu nilai
dramatis tidah boleh diabaikan. Problem editing akan terjadi pada individual
shot atau Single Shot, apakah dalam shot tersebut merupakan gambar diam atau
bergerak, apakah fokus ada pada foreground atau background, seberapa dekat
subyek di dalam sebuah frame, apakah subyek berada di tengah atau salah satu
sisi frame, bagaimana dengan warna serta cahaya yang ada dalam shot tersebut?
Akan menjadi dramatis ketika shot sudah dijukstaposisi, shot ke dua harus punya
relasi atau hubungan dengan shot sebelumnya. Hubungan antar shot tersebut harus
diperhatikan oleh editor.
4. Cutting to Continuity
Ketika kita menyambungkan satu shot dengan shot lainnya, seorang editor harus memiliki motivasi atau tujuan yang jelas. Sebuah cerita atau adegan dirangkai dari beberapa shot. Cutting to continuity merupakan sambungan atau cut digunakan untuk melanjutkan cerita, cutting to continue teeling the story. Sebuah cut untuk menyambung scene dengan scene berikutnya. Misalnya, ada beberapa shot sperti ini : 1. Secangkir kopi 2. CU seorang pria 3. Tangan yang mengangkat cangkir kopi 4. Meletakan cangkir 5. Menghela nafas. Jika ke lima shot itu disambung maka akan menghasilkan cerita, misalnya menjadi seorang pria yang sedang meminum kopi. Dan ini yang dinamakan penyambungan untuk membuat satu cerita.
5. Classical Cutting
Kalau anda suka menonton sinetron atau film India, maka dipastikan kita akan melihat (baik disadari atau tidak) satu konsep penyambungan gambar seperti ini, yakni classical cutting. Yakni sebuah pemotongan untuk memperjelas, mendramatisir atau menggarisbawahi sesuatu (shot), cutting to clarify, dramatize or underline the previous shot. Hampir sama dengan jenis sambungan cutting to continuity, bedanya dalam jenis penyambungan ini diharapkan penonton akan mendapatkan efek yang dramatis akan perpindahan gambar ini. Misalnya ada dua tokoh yang sedang berantem dengan ekspresi muka yang marah. Editor melakukan penyambungan beberapa kali pada ke dua tokoh tersebut dengan maksud untuk memperjelas bahwa ada konflik di antara ke dua tokoh tersebut.
6. Thematic Montage
Sudah sejak dari jaman awal sinema, para sineas
Russia telah mencoba beberapa eksperimen penyambungan gambar. Dan yang paling
polpuler yang mereka lakukan, dan hingga kini masih berpengaruh pada para
sineas dunia yakni metode penyambungan gambar thematic montage. Yakni sebuah
cut untuk menyambung satu cerita dengan cerita lain, sebuah cut untuk
menyambung sebuah tesis (shot) dengan tesis (shot) lain; cutting to connect one
story to another; cutting to argue one thesis to another.
Eksperimen ini dilakukan dengan cara menggabungkan
satu cerita dengan cerita lain akan menghasilkan cerita yang baru. Sineas
Russia itu mencoba menggabungkan, satu cerita tentang tentara dengan
perlengkapan perang yang lengkap yang ke luar dari kapal perang. Di satu cerita
lain, petani gandum yang sedang panen. Ketika ke dua scne itu digabungkan, maka
seolah-olah akan terjadi invasi tentara pada petani gandum.
7. Abstract Cutting
Sebuah cut yang tidak untuk menyambung cerita,
tidak untuk memperjelas atau mendramatisasi atau menggarisbawahi sesuatu, juga
tidak untuk menyambung satu cerita dengan cerita lain; juga tidak untuk
menyambung satu thesis dengan thesis lain, maka sebuah sambungan berfungsi
hanya sebagai sambungan belaka; cutting is cutting; cutting as cutting


Tidak ada komentar:
Posting Komentar