Dalam bukunya yang
berjudul “Democracy in the digital age : challenges to political life in
cyber space” Anthony G Wilhelm mengemukakan ada 3 pendekatan
komunikasi masyarakat di era ini antara lain :
1. Dystopian
adalah sebuah kondisi dimana masyarakatnya menentang adanya
perkembangan teknologi dan perkembangan jaman. menurut penganut faham ini
teknologi adalah musuh yang harus diperangi karena menurut mereka teknologi
justru akan merusak tatanan sosial yang berakibat dapat menghancurkan
norma-norma serta aturan-aturan yang ada.
Upaya yang dilakukan oleh faham ini adalah mengembalikan
kualitas esensial yang menyusut pada masyarakat kontemporer seperti contohnya
komunikasi tatap muka yang dianggap lebih etis daripada menggunakan media masa,
khususnya elektronik.
para tokoh yang
mendukung pendekatan ini adalah Edmund Husserl, Martin Heidegger, David
Thoreau. menurut David Thoreau teknologi hanya bersifat menolong bukan untuk
selamanya (ketergantungan).
2. Neo Futuris
Adalah sebuah
kondisi dimana masyarakat tersebut dapat menerima teknologi tetapi bersifat
pasif. atau dapat di pahami bahwa masyarakat tersebut hanya cenderung menerima
teknologi itu saja tanpa mengetahui bagaimana teknologi itu digunakan dan di
kembangkan. tokoh yang mendukung faham ini adalah John Naisbitt, Alfin Toffler,
Jim Rubben.
3. Tekno Realis
merupakan faham pendekatan masyarakat bahwa masyarakat
tersebut sudah mulai maju dan menerima teknologi secara baik serta dapat
memanfaatkanya. sehingga masyarakat tersebut tidak menerima secara
mentah-mentah dan juga tidak menolaknya. sebagai contoh negara yang menerapkan
faham ini adalah negara Jepang.
di negara Jepang
masyarakatnya sudah menerapkan segala bidang kehidupanya dengan teknologi akan
tetapi teknologi tersebut tidak mempengaruhi kebudayaan mereka, bahkan mereka
tau betul untuk memanfaatkan teknologi tanpa merusak tatanan kebudayaan yang
berlaku di sana.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar